Berita Terkini

Kerja Sama Yang Baik Adalah Kunci Meraih Kepercayaan Publik Dalam Pemilu

kab-situbondo.kpu.go.id - Ketua DKPP  Prof. Harjono, MCL menegaskan bahwa KPU dan Bawaslu harus menjalin hubungan kerja sama yang baik untuk meraih kepercayaan kepada publik."Berkacalah kepada negara yang lain, dimana ketika sehari setelah diumumkan hasil pemilu mereka ricuh sudah ricuh. Maka dari itu antar penyelenggara sudah seharusnya menjadi panutan untuk selalu menjalin hubungan kerja sama yang baik, bahu membahu, gotong royong, khususnya dalam meraih kepercayaan publik," ucap tegas Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI ini. Menurut Prof. Harjono, Ada 4 syarat pemilu dapat dikatakan sukses. Adapun 4 syarat tersebut yaitu, aturan yang baik, pemilih yang baik, kontestan yang baik, serta penyelenggara yang baik. "Dalam hal penyelenggara yang baik, KPU dan Bawaslu harus ada di depan mendidik pemilu berjalan dengan baik. Adalah pahlawan demokrasi yang dipercarya pada sesuatu yang mulia," ucap jelas Prof. Harjono. Pesan terakhir Prof. Harjono menutup acara, kerjakan sistem pemilu dengan baik karena hal tersebut merupakan bagian dari sistem kenegaraan kita. Membangkitkan Kepercayaan diri untuk mengarungi pemilu dengan baik adalah salah satu resep memunculkan kepercayaan publik pada hasil pemilu. (Ysf)  

Pentingnya Membangun Hubungan Relasi Yang Baik Antar Penyelenggara Pemilu

kab-situbondo.kpu.go.id - Dalam evaluasi yang mengundang anggota KPU dan Bawaslu Kota/Kab Se-Jatim tersebut hadir pula Ketua KPU RI Arief Budiman. dalam sambutannya Arief Budiman ( Ketua KPU RI ) menjelaskan pentingnya Evaluasi dalam proses penyelenggaraan pemilu 2019  Sehingga pada pelaksanaannya pemilu kali ini bisa jadi rujukan. Evaluasi adalah Kewajiban dalam Electoral Cycling, Dalam hal evaluasi tersebut penyelenggara pemilu berelasi, berkomunikas dan berkoordinasi. sebagai penyelenggara pemilu harus  memahami persoalan dan menemukan solusi. Selain itu relasi tersebut harus dilandasi dengan semangat Profesional, Mandiri, dan Berintegritas. Jika ingin membangun relasi dengan baik, relasi bisa dikembangkan antar sesama penyelenggara. Bukan hanya berlangsung saat menjadi mitra kerja, namun hubungan seperti keluarga dapat menjadi arus utama. Salah satu proses penting adalah berelasi sesama penyelenggara pemilu. Juga yang terpenting relasi antar stakeholder, antar lembaga dengan baik. Arief Budiman menambahkan "Yang meruntuhkan penyelenggara pemilu itu bukan dari luar. Tapi dari dalam. Jika tidak berelasi dengan baik maka pemilu kacau. Namun sebaliknya, semua akan diselesaikan dengan mudah, KPU memiliki kegiatan atau acara, DKPP dan Bawaslu Pak Harjono dan Pak Abhan, bisa diundang sebagai narasumber. Begitu juga sebaiknya. Dan saya ingin relasi kami di nasional menjadi role model yang baik bagi teman-teman kota/kabupaten di Jawa Timur " imbuh Arief Budiman. (ysf)  

Jurnalistik Learning by The Way

kab-situbondo.kpu.go.id - Menjadi seorang jurnalis atau wartawan tidak harus lulusan fakultas ilmu komunikasi atau jurnalistik. Siapa pun bisa menjadi seorang jurnalis asal mau terus belajar. Hal ini disampaikan Mahmud Suhermono wakil ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur. "Belajar, berlatih, dan terus menulis. Dengan demikian kemampuan dan bakat jurnalistik kita akan terasah. Jurnalisme itu harus learning by the way". Ungkapnya saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Timur di Ayola Hotel Mojokerto (11/12/19) hari ini. Menurut Mahmud keterampilan jurnalistik penting bagi komisioner KPU, lebih dari itu kemampuan berkomunikasi dengan baik dan dapat sinergi dengan rekan-rekan media jauh lebih penting. "Kawan-kawan KPU wabil khusus Divisi Sosdiklih Parmas penting membangun dan menjaga hubungan baik dengan media agar agenda sosialisasi dan penyampaian informasi dan tahapan kepemiluan dapat tersampaikan dengan baik pada masyarakat". Ujar pri yang juga wakil redaktur Jtv Surabaya ini. Sementara itu Gogot Cahyo Baskoro Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Timur saat dikonfirmasi menyatakan bahwa penting membekali KPU kabupaten/kota tentang jurnalisme dan media. "Karena tidak semua rekan-rekan Divisi Sosdiklih Parmas berlatarbelakang wartawan". Ungkapnya. KPU hari ini sebagai lembaga penyelenggara Pemilu memiliki tantangan yang cukup besar dimana masyarakat terutama kaum milenial sudah melek informasi. "Diera derasnya arus informasi dan teknologi seperti jaman sekarang ini tidak ada pilihan lain bagi KPU kecuali harus terampil dalam memproduksi dan mengelola informasi kepemiluan. Jika tidak maka siap-siap dilindas oleh jaman". Ujar Gogot saat memberikan pengarahan diacara Bimtek Kehumasan pada ketua dan divisi Parmas KPU kabupaten/kota se-Jawa timur. (Nw)  

Vlog dan Strategi Sosialisasi Dalam Pemilu

kab-situbondo.kpu.go.id -  Sebaik dan sebagus apapun proses penyelenggaraan Pemilu, tanpa strategi sosialisasi yang efektif maka Pemilu tersebut akan ambyar. "Sebuah produk terbaik pun jika tidak disokong strategi marketing yang baik pula maka produk tersebut akan gagal dipasar". Ungkap Wida Subianto seorang praktisi media yang dihadirkan oleh KPU Provinsi Jawa Timur pada acara bimbingan teknis (bimtek) kehumasan di Ayola Hotel kota Mojokerto (11/12/19) hari ini. Menurut mbak Wida begitu presenter muda ini akrab disapa bahwa metode Sosialisasi jaman sekarang sudah mulai berubah. Tidak cukup hanya mengandalkan sosialisasi konvensional seperti metode tatap muka atau face to face tetapi dengan berkembangnya teknologi informasi sosialisasi dengan media audio visual seperti Vlog menjadi sangat populer dan efektif. "Dengan Vlog Siapa pun sekarang dapat menjadi agent sosialisasi yang baik dan efektif". Ujar perempuan berjilbab yang juga memperkenalkan diri sebagai presenter salah satu Televisi swasta nasional ini. Di Bimtek kali ini disamping memberi bimbingan pada peserta bagaimana membuat audio visual yang cepat praktis dan mudah melalui smartphone, Wida juga banyak mendiskusikan diskursus media sosial dan geliat kecenderungan masyarakat postmodernisme terutama ketika menghadapi isu-isu politik dan kepemiluan. "Ibarat udara yang kita hirup, media dan informasi tidak bisa kita hempas begitu saja dalam kehidupan. Bila anda ingin menjadi penyelenggara Pemilu yang handal, maka anda harus menggenggam jagat media di tangan anda". Tegas Wida dalam closing statementnya. (Nw)  

KPU Situbondo Hadiri Bimtek Kehumasan

kab-situbondo.kpu.go.id - Ketua dan divisi Sosdiklih Parmas KPU kabupaten/ kota se-Jawa timur mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kehumasan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur di Ayola Hotel kota Mojokerto (10/12/19) kemaren. "Bimtek kehumasan ini sudah kesekian kalinya yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur. Harapannya adalah KPU kabupaten-kota terutama Divisi Parmas dapat menjadi corong kehumasan yang efektif bagi KPU sehingga dapat meningkatkan partisipasi dan trust masyarakat dalam Pemilu". Ungkap Chairul Anam ketua KPU Provinsi Jawa Timur saat sambutannya pada pembukaan acara. Baik atau tidaknya citra kelembagaan KPU begitu pula tinggi atau rendahnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat sangat tergantung pada praktik kehumasan. "Kehumasan itu merupakan ujung tombak keberhasilan dalam penyelenggaraan Pemilu". Pungkas pria yang juga mantan ketua KPU kota Surabaya ini. Kegiatan bimtek yang diagendakan akan berlangsung selama tiga hari ini juga di ikuti oleh Marwoto dan Imam Nawawi, ketua dan divisi Sosdiklih Parmas KPU kabupaten Situbondo. "Bimtek kehumasan ini sangat penting terutama bagi KPU Situbondo yang akan melaksanakan Pemilihan bupati dan wakil Bupati tahun 2020. Saya berharap dengan kehumasan yang efektif dan strategis maka Pemilihan mendatang tingkat partisipasi masyarakat akan semakin tinggi". Ujar Marwoto. (Nw)  

Public Relation (PR) Kunci Dasar Kehumasan

kab-situbondo.kpu.go.id - Dalam setiap institusi apapun, kehumasan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan. Apalagi lembaga penyelenggara Pemilu seperti KPU. Kepercayaan (trust) masyarakat dan peserta pemilu menjadi kunci keberhasilan dan mutu penyelenggaraan Pemilu. "Anasir penting dari praktik kehumasan adalah public Speaking yang baik. Tidak hanya ketika menyampaikan pesan dan informasi pada masyarakat atau audien, tetapi juga bagaimana menjawab dan menghadapi media ketika menghadapi isu-isu kepemiluan". Jelas Rizqiani Putri dalam kegiatan bimbingan teknis kehumasan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur di Ayola Hotel kota Mojokerto (10/12/19) kemaren. Dengan presentasi yang cukup memukau perempuan muda penuh talenta ini berhasil memikat audien untuk terus fokus pada presentasi materi. Padahal sesi materi ini bersamaan dengan babak final pertandingan timnas Indonesia versus Vietnam kemaren malam. "Tantangan berat saya malam ini adalah merebut atensi, perhatian dan konsentrasi bapak/ibu sekalian pada saya. Bila tidak berhasil merebut perhatian anda, berarti saya tidak menarik". Ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai pengajar di universitas Airlangga Surabaya ini. Para audiens pun terpingkal-pingkal ketika narasumber cantik berstatmen seperti itu. Tidak sekedar itu Rizqiani Putri pada sesi berikutnya lebih menekankan praktek pada peserta bagaimana strategi yang efektif saat di wawancarai oleh wartawan. Sementara itu Gogot Cahyo Baskoro Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Timur saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa bukan sebuah kebetulan jika pada bimtek kali ini KPU Jatim menghadirkan narasumber perempuan yang tidak hanya berkompeten di bidangnya tetapi juga cantik dan menarik. "Karena mempersembahkan narasumber cantik dan menarik bagi peserta ketika acara seperti ini adalah bagian dari praktik kehumasan". Ujarnya sambil cekikikan. (Nw)