Berita Terkini

KPU Situbondo Hadiri Bimtek Kehumasan

kab-situbondo.kpu.go.id - Ketua dan divisi Sosdiklih Parmas KPU kabupaten/ kota se-Jawa timur mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kehumasan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur di Ayola Hotel kota Mojokerto (10/12/19) kemaren. "Bimtek kehumasan ini sudah kesekian kalinya yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur. Harapannya adalah KPU kabupaten-kota terutama Divisi Parmas dapat menjadi corong kehumasan yang efektif bagi KPU sehingga dapat meningkatkan partisipasi dan trust masyarakat dalam Pemilu". Ungkap Chairul Anam ketua KPU Provinsi Jawa Timur saat sambutannya pada pembukaan acara. Baik atau tidaknya citra kelembagaan KPU begitu pula tinggi atau rendahnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat sangat tergantung pada praktik kehumasan. "Kehumasan itu merupakan ujung tombak keberhasilan dalam penyelenggaraan Pemilu". Pungkas pria yang juga mantan ketua KPU kota Surabaya ini. Kegiatan bimtek yang diagendakan akan berlangsung selama tiga hari ini juga di ikuti oleh Marwoto dan Imam Nawawi, ketua dan divisi Sosdiklih Parmas KPU kabupaten Situbondo. "Bimtek kehumasan ini sangat penting terutama bagi KPU Situbondo yang akan melaksanakan Pemilihan bupati dan wakil Bupati tahun 2020. Saya berharap dengan kehumasan yang efektif dan strategis maka Pemilihan mendatang tingkat partisipasi masyarakat akan semakin tinggi". Ujar Marwoto. (Nw)  

Public Relation (PR) Kunci Dasar Kehumasan

kab-situbondo.kpu.go.id - Dalam setiap institusi apapun, kehumasan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan. Apalagi lembaga penyelenggara Pemilu seperti KPU. Kepercayaan (trust) masyarakat dan peserta pemilu menjadi kunci keberhasilan dan mutu penyelenggaraan Pemilu. "Anasir penting dari praktik kehumasan adalah public Speaking yang baik. Tidak hanya ketika menyampaikan pesan dan informasi pada masyarakat atau audien, tetapi juga bagaimana menjawab dan menghadapi media ketika menghadapi isu-isu kepemiluan". Jelas Rizqiani Putri dalam kegiatan bimbingan teknis kehumasan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur di Ayola Hotel kota Mojokerto (10/12/19) kemaren. Dengan presentasi yang cukup memukau perempuan muda penuh talenta ini berhasil memikat audien untuk terus fokus pada presentasi materi. Padahal sesi materi ini bersamaan dengan babak final pertandingan timnas Indonesia versus Vietnam kemaren malam. "Tantangan berat saya malam ini adalah merebut atensi, perhatian dan konsentrasi bapak/ibu sekalian pada saya. Bila tidak berhasil merebut perhatian anda, berarti saya tidak menarik". Ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai pengajar di universitas Airlangga Surabaya ini. Para audiens pun terpingkal-pingkal ketika narasumber cantik berstatmen seperti itu. Tidak sekedar itu Rizqiani Putri pada sesi berikutnya lebih menekankan praktek pada peserta bagaimana strategi yang efektif saat di wawancarai oleh wartawan. Sementara itu Gogot Cahyo Baskoro Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Timur saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa bukan sebuah kebetulan jika pada bimtek kali ini KPU Jatim menghadirkan narasumber perempuan yang tidak hanya berkompeten di bidangnya tetapi juga cantik dan menarik. "Karena mempersembahkan narasumber cantik dan menarik bagi peserta ketika acara seperti ini adalah bagian dari praktik kehumasan". Ujarnya sambil cekikikan. (Nw)  

Gogot ; KPU-Bawaslu Bagaikan Dua Sisi Mata Uang

kab-situbondo.kpu.go.id - Barnas, lugas dan jenaka. Ini kesan setiap orang yang mengikuti presentasi Gogot Cahyo Baskoro Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Timur. "Bagaikan dua sisi mata uang, KPU-Bawaslu tidak bisa dipisahkan dan ditakdirkan untuk saling melengkapi. Terkadang KPU diatas Bawaslu dibawa sesuai peran yang diberikan perundangan. Tetapi saya kurang setuju dengan perumpamaan atas-bawah seperti ini. Khawatir orang salah menafsirkan". Ungkap Gogot disertai cekikikan khasnya yang lepas. Para audiens pun terpingkal-pingkal memahami joke-jokenya. Hal tersebut disampaikan Gogot pada Rapat Evaluasi gugus tugas pengawasan dan pemantauan pemberitaan penyiaran dan iklan kampanye Pemilu 2019 di hotel Majapahit Surabaya Senin (09/12/19) hari ini. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur ini menghadirkan Gogot Cahyo Baskoro komisioner KPU Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber dan mengundang Divisi Sosdiklih Parmas KPU kabupaten/kota se-Jawa timur. Seperti biasa dalam setiap presentasinya, pria yang sudah dua periode menjabat sebagai Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Timur ini mengawali materi dengan pemutaran film kartun tentang isu management konflik. "Kita tidak bisa menghindari konflik. Karena konflik adalah hidup itu sendiri. Begitu pula pola relasi KPU-Bawaslu tidak jarang benturan dan terjebak pada konflik. Tetapi selama kita dapat mengelola konflik tersebut secara positif dan produktif. Maka konflik justru akan menguatkan kelembagaan kita". Jelas Gogot dengan mimik muka agak serius. Sementara itu Divisi Sosdiklih Parmas KPU kabupaten Situbondo yang juga hadir dalam forum tersebut mengatakan bahwa KPU-Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara Pemilu harus memiliki pola relasi sinergis namun tetap proporsional sebagaimana diamanatkan dalam regulasi kepemiluan. "Meminjam istilah Jurgen Habarmas KPU-Bawaslu mestinya mengembangkan pola komunikasi negosiasi-kritis sehingga tercipta keseimbangan. Dengan demikian proses demokrasi elektoral akan berjalan sehat". Ungkapnya dengan sedikit berteori. (Nw)  

KPU KABUPATEN SITUBONDO LAKSANAKAN APEL RUTIN PAGI

kab-situbondo.kpu.go.id - KPU Kabupaten Situbondo laksanakan apel rutin pagi yang dilaksanakan di halaman kantor KPU Situbondo, apel pagi tersebut dimulai pada pukul 07.30 WIB . Fairul Laily (Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik) selaku pembina apel pagi dan Samsul Arifin (Staff Subbag Hukum/Pengadministrasi Umum) sebagai Komandan apel pagi. Dalam Sambutannya, Fairul Laily (Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik mengajak kepada seluruh staf dan komisioner di lingkungan KPU Situbondo untuk selalu berfikir  inovatif dan bertindak agresif serta  positif dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. “Pemilu tahun 2019 sudah kita lalui, adapun kekurangannya marilah kita jadikan evaluasi bersama dalam pelaksanaan Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 yang lebih baik. “Ujarnya” Mari kita bekerja sesuai dengan Tupoksi, agar pekerjaan tidak tumpang tindih dan bisa terselsaikan sesuai target atau jadwal tahapan Pilkada. Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupat  sudah kita mulai, Dengan semangat bersama, dengan kesiapan jiwa dan raga kita mari kita sukseskan Pelaksanaan  Tahapan Pemilihan Bupati dan Waki Bupat Tahun 2020. Pelaksanaan apel pagi ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh komandan apel selanjutnya apel pagi dibubarkan. (ysf)  

KPU Situbondo Hadiri Rapat Evaluasi Bawaslu Jatim

kab-situbondo.kpu.go.id -  Minggu (8/12/19) KPU kabupaten Situbondo menghadiri rapat evaluasi gugus tugas pengawasan dan pemantauan pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye Pemilu 2019, yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur di Hotel Majapahit Surabaya. Rapat evaluasi ini dihadiri oleh Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa timur, Divisi Sosdiklih Parmas KPU kabupaten/kota se-Jawa timur dan juga dihadiri perwakilan jurnalis cetak-elektronik dari 38 kabupaten/kota se-Jawa timur ini diagendakan tiga hari kedepan. "Evaluasi ini sangat penting dan strategis dilakukan agar potensi pelanggaran iklan dan pemberitaan kampanye di pemilu mendatang dapat dipetakan dan diminimalisir". Ungkap Nur Elya Anggraini Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Jawa Timur saat memberikan sambutan dalam opening Rapat Evaluasi gugus tugas pengawasan (8/12/19). Lebih lanjut perempuan berjilbab dan energik ini menyatakan bahwa gugus tugas harus memainkan peran strategis agar pengaturan dan pengendalian pemberitaan dan iklan kampanye peserta pemilu dapat sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang ada. "Di tingkat provinsi gugus tugas yang terdiri dari Bawaslu, KPU dan KPI harus sering duduk bareng, menyamakan persepsi dan inten berkoordinasi agar pengaturan dan sekaligus penindakan pelanggaran penyiaran dan iklan kampanye di media dapat dilaksanakan dengan baik". Ungkapnya. Sementara itu Divisi Sosdiklih Parmas KPU kabupaten Situbondo Imam Nawawi yang hadir mewakili KPU dalam kegiatan rapat evaluasi ini menyatakan bahwa dalam proses penyelenggaraan Pemilihan Umum yang berkualitas, berintegritas dan demokratis peran serta media baik cetak maupun elektronik sangat menentukan. "Pemilu inklusi tidak hanya dipahami sebagai konsep pemilu yang memberikan pelayanan serta akses yang sama kepada semua kelompok dan segmen masyarakat terlebih pada kelompok disabilitas. Tetapi juga harus dipahami sebagai keterbukaan penyelenggaraan Pemilu (KPU) terhadap publik". Ujarnya. "Transparansi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu merupakan conditio sine qua non. Dan itu tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif media". Tegas pria yang juga mantan komisioner Panwaslu kabupaten ini. (Nw)  

Divisi Parmas  Tahbiskan Diri Sebagai Divisi Bahagia

kab-situbondo.kpu.go.id - Gogot Cahyo Baskoro Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Timur merupakan sosok komisioner KPU yang memiliki karakter khas. Bukan Gogot jika tidak bisa mengocok perut audien saat ia perform. Walaupun sering terlihat seperti seorang stand up comedy daripada seorang presentator tetapi pesan materinya sangat mendalam bahkan tak jarang sarat dengan pesan-pesan sufistik. Ini diakui oleh Nurul Amaliah divisi Data dan informasi KPU provinsi Jawa timur. "Walaupun pak Gogot menyampaikan materinya dengan cara berguyon dan humor. Namun sangat mendalam dan penuh makna. Kawan-kawan harus mengambil pelajaran dari itu". Ungkapnya dengan serius ketika ia memberikan pengarahan pada KPU kabupaten/kota di acara Rapim KPU provinsi Jawa timur di Royal Hotel Pasuruan (3/12/19) hari ini. Berbeda dengan komisioner lainnya, Gogot saat mengawali presentasi materi nya diacara Rapim dengan mengajak semua audien menonton sebuah video dokumenter tentang relevansi prestasi kerja dan kebahagiaan. Setelah pemutaran video dokumenter selesai baru presentasi disampaikan. "Sedikit sekali relevansi antara kenaikan pangkat Dan kenaikan gaji dengan kemauan prestasi dalam bekerja. Dari video singkat ini dapat disimpulkan bahwa bukan kesejahteraan yang melahirkan kebahagiaan. bahkan kebahagiaan lah yang melahirkan kesejahteraan". Ungkapnya dengan penuh jenaka. Ditengah riuh dan gegap-gempita nya suana didalam hall semua menginsafi bahwa benar lah apa disampaikan tadi. "Jadi gak salah kalau saya menamakan Divisi Sosdiklih Parmas sebagai Divisi bahagia". Pungkasnya dengan diiringi oleh aplus panjang peserta. (Nw)